Materi

[Materi][twocolumns]

Tentang Premis dan Sinopsis - Forum Diskusi Daring

premis adalah

Setelah kemarin kita membahas tujuan dan apa itu fiksi, langsung saja kita masuk ke materi menulis fiksi. Namun sebelum mulai menulis, kita harus memikirkan dan menyiapkan hal-hal ini terlebih dahulu. Apa saja itu? Premis, Sinopsis, Otuline, Tokoh dan Karakter, Setting tempat, Riset. Namun, akan kami bahas terlebih dahulu apa itu Premis dan Sinopsis.

Premis

Menurut KBBI, premis adalah apa yang dianggap benar sebagai landasan dari kesimpulan; dasar pemikiran;  alasan. Gampangnya premis itu semacam ide dasar kita yang tertuang dalam sebuah kalimat. Jadi, buatlah sebuah kalimat sederhana yang menjabarkan ide dasarmu yang mencakup konflik utama yang dialami tokoh.

Contoh:

Pemuda yang ingin mewujudkan impiannya menjadi guru (premis Mendayung Impian)
Setia pada keluarga meyebabkan terlibat dalam kehidupan kriminal (premis The Godfather)
Nah, premis ini nanti akan dikembangkan menjadi sebuah sinopsis.


Sinopsis

Menurut KBBI, sinopsis adalah ringkasan cerita yang berisi cuplikan seluruh adegan sehingga membentuk tema cerita. Ditegaskan lagi, sinopsis itu berisi cuplikan seluruh adegan yang membentuk cerita yang utuh. Jadi sinopsis ini utuh, mulai dari awal sampai ending cerita. Yups, di sini kita harus menuliskan apa yang akan kita tulis nanti. Bahkan endingnya pun sudah harus dipikirkan.

Kalau saya, biasanya akan memikirkan endingnya terlebih dahulu seperti apa,  baru deh dipikirkan perjalanan cerita menuju ending seperti apa. Di sini juga kita tentukan alur yang akan dipakai dalam cerita seperti apa. Sudut pandang penceritaan pun harus ditentukan terlebih dahulu di sini.

Idealnya sinopsis untuk novel terdiri dari dua sampai tiga halaman, tergantung panjang pendeknya cerita yang akan kita tulis nanti. Dalam cerpen sinopsis bisa kita tulis dulu atau nggak, kembali ke penulisnya masing-masing. Di dalam naskah skenario, sinopsis ini sangat penting malahan, karena ini yang dinilai PH (Production House) terlebih dahulu sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.

Tips nulis sinopsis adalah dengan menjawab 7 (tujuh) pertanyaan ini:
1. Siapa tokoh utamanya?
2. Apa cita-cita atau tujuan tokoh yang ingin dicapai?
3. Apa yang menghalangi tokoh utama dalam menggapai cita/tujuan?
4. Bagaimana penulis menceritakan jatuh-bangunnya tokoh dalam cerita ntuk melewati konfilk itu?
5. Peristiwa apa yang menjadi titik balik pemikiran tokoh utama?
6. Apa bentuk keberhasilan tokoh utama?
7. Bagaimana endingnya?


Pertanyaan:
Jika sinopsis sudah di buat, menurut Kak Reyhan⁩ gimana kita mengembangkan cerita dan menemukan ide-ide yang membuat cerita itu menarik untuk di baca?

Jawaban:
Sinopsis di sini malah bakal jadi panduan utama kita untuk menulis. Jadi saat kita menulis nanti biar tidak akan kebingungan lagi ceritanya akan seperti apa
Membuat cerita biar menarik. Banyak baca cerita yang kamu anggap menarik, terus pelajari plot dan gaya bahasanya terus adaptasi.


Pertanyaan:
Cara agar membuat sinopsis yang menarik editor gimana Kakak?

Jawaban:
Di atas sudah saya kasih tipsnya, dengan menjawab pertanyaan tadi. Nah, bikin juga yang bikin penasaran dengan plot yang bagus dan pembuka langsung ke konflik.


Pertanyaan:
Sinopsis itu baiknya dibuat setelah novel rampung dibuat, apa bagaimana?

Jawaban:
Sebelum dong. Kan ini bakal jadi panduan dan dasar kita menulis.
Tapi percayalah banyak yang nulis tanpa sinopsis. Ngalir gitu aja.
Ini tergantung penulisnya sendiri, kok. Kalau saya, biar ide itu terikat dan nggak lari-lari, ya langsung tulis aja sinopsis.
Tapi saya bandingkan proses menulis saya, tanpa sinopsis dan pakai sinopsis akan mudah pakai sinopsis ke depannya.


Pertanyaan:
Guru Bahasa Indonesiaku dulu  pernah bilang kalau sebelum menulis cerita perlu membuat kerangka karangan biar konsisten ceritanya.

Jawaban:
Nah ini. Jadi sinopsis semacam kerangka karangan. Cuma nanti akan dikembangkan lagi menjadi outline yang memuat sinopsis per bab.


Pertanyaan:
Penulisan sinopsis apa ada pakemnya? Biasanya dibatasi 2 halaman. Apakah boleh lebih?

Jawaban:
Sebenernya untuk awal sih ndak perlu pakem. Cuma jika sinopsisnya untuk keperluan diajukan ke penerbit nanti, ada pakemnya yakni maks 3 halaman. Kalau bisa 2 halaman. Dan sinopsis ini jadi ujung tombak naskah kita akan masuk tahap selanjutnya atau nggak


Pertanyaan:
Permisi, izin tanya..
Cara membedakan premis dengan tema gimana, Kak?

Jawaban:
Kalau tema lebih global dan umum. Lingkupnya luas.

Misal:
Tema : Persahabatan
Premisnya : Cewek dan cowok yang sudah sahabatan sejak kecil tapi malah saling cinta.

Jadi premis itu bentuknya udah kalimat.



Pertanyaan:
Kalo mau nulis novel trilogi gimana, Mas? Apa sinopsisnya bisa dijadiin satu?⁩

Jawaban:
Saya belum pernah, sih. Cuma itu tergantung penulisnya. Bisa jadi pertama nulis 1 dulu, eh setelah sudah terbit kepikiran bikin lanjutannya. Bisa juga penulisnya sudah merencanakan bikin dibagi menjadi tiga cerita.


Pertanyaan:
Berarti nulis sinopsisnya endingnya boleh gantung, Mas? Novel selanjutnya bikin sinopsis lagi?

Jawaban:
Boleh kok
Nah, itu tadi kalau di awal sudah direncanakan dibagi tiga, ya dari awal bikin tiga sinopsis. Kalau terpikirkan kemudian, tetap bikin sinopsis lagi, karena sama  saja bikin cerita lagi.


Pertanyaan:
Apa sinopsis itu diharuskan?

Jawaban:
Tergantung penulisnya. Tapi saran saya, pakai sinopsis aja. Biar mudah nanti nulisnya.


Pertanyaan:
Yang di sampul belakang novel apakah itu sinopsis?

Jawaban:
Itu blurb, bukan sinopsis. Entah kenapa pada nyebutnya sinopsis.


Pertanyaan
Apa itu blurp???

Jawaban:
Blurb adalah penjelasan singkat tentang isi di back cover buku yang telah terbit. Tujuannya jelas untuk menarik minat baca dan keputusan membeli pembaca. Jadi, blurb harus dibuat semenarik dan semenggelitik mungkin. *sumber google


Tanggapan:
Semua yang Njenengan terangkan itu termasuk Teori Sastra Subjektif/ Fenomenologi/ Resepsi Sastra (Bisa dibaca pada bukunya Raman Selden)


*) Materi disampaikan oleh Reyhan M Abdurrohman

No comments:

Kegiatan

[Kegiatan][bleft]

Karya Kami

[Karya Kami][bleft]

Galeri

[Galeri][twocolumns]