Materi

[Materi][twocolumns]

7 Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Menulis Novel


Pada kopi darat di tanggal 13 September 2015 lalu, kami pernah membahas tentang penulisan novel. Waktu itu agendanya adalah bedah karya, yakni bab 1 novel karya Anam Adikara yang bergenre romance. Selesai membedah, Kak Reyhan sharing tentang pengalamannya dalam menulis novel. Dia pun mengemukakan bahwa ada 7 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menulis novel. Materi ini sendiri dia dapatkan saat talk show dan bedah buku karya Dian Nafi di Toga Mas Bangkong Semarang. Kak Reyhan mengulas ulang dan mengemukakan serta menerangkan pada anggota yang hadir.

Sebelum menulis novel pasti sering dilanda kebingungan bagaimana memulainya, apa yang harus ditulis dan kebingungan-kebingungan lain yang tentunya bakal jadi penghambat siapa pun dalam menulis novel. Maka dari itu sebelum menulis novel setidaknya harus menjawab 7 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menulis novel ini. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Siapa tokoh utama yang mau ditulis?
  2. Apa cita-cita tokoh utama/ tujuan utama yang mau dicapai?
  3. Apa yang menghalangi tokoh utama dalam mencapai cita-cita?
  4. Bagaimana penulis menceritakan jatuh bangunnya tokoh dalam cerita untuk melewati konflik itu?
  5. Peristiwa apa yang menjadi titik balik pemikiran tokoh utama?
  6. Apa bentuk keberhasilan tokoh utama?
  7. Bagaimana ending dramatik novel?
Mari kita bahas satu persatu dari 7 pertanyaan penting tersebut.

1. Siapa tokoh utama yang akan ditulis?


Sebuah cerita tidak akan pernah jadi cerita jika tidak ada tokohnya, entah itu tokoh pertama dan tokoh pelengkap yang membuat tokoh utama "tidak kesepian". Maka dari itu sebelum menulis novel kita harus menentukan tokoh utama dan tokoh lainnya. Lebih bagus lagi jika kamu menuliskan tokoh-tokoh tersebut terlebih dahulu dilengkapi dengan karakter lengkap tokoh tersebut.

2. Apa cita-cita / tujuan utama yang ingin dicapai tokoh utama?


Si tokoh yang  akan kita buat ceritanya ini nanti punya tujuan atau cita-cita apa, sih? Jelas sekali itu harus terjawab. Bagaimana bisa jadi cerita jika si tokoh tidak punya tujuan, pasti dia akan jalan di tempat bahkan muter-muter saja. 

Misalnya : 
  • Tokoh A punya tujuan nikah muda, tanpa pacaran.
  • Tokoh B punya impian ke Jepang untuk menemui teman masa kecilnya yang pindah ke Jepang.


3. Apa yang menghalangi tokoh utama dalam mencapai cita-cita


Nah, sekarang kita harus bikin penghambatnya. Nggak seru dong kalau tokoh utama dalam meraih impiannya tidak ada penghambat, jalannya mulus kayak jalan tol baru diaspal. Penghambat ini semacam konflik yang harus dibangun.

Misalnya:
  • Tokoh A dalam mencari jodoh ke pelaminan malah disukai cewek genit yang ngejar-ngejar terus.
  • Tokoh B saat ke Jepang malah kecopetan dan tak punya uang sama sekali. Bahkan alamat temannya itu ikut hilang.


4. Bagaimana penulis menceritakan jatuh bangunnya tokoh dalam cerita untuk melewati konflik itu?


Di sini kita harus merencanakan kisah atau cerita yang akan kita tulis. Bisa juga tahap ini kita membuat outline atau plot yang menarik yang bakal bisa memikat pembaca.

5. Peristiwa apa yang menjadi titik balik pemikiran tokoh utama?


Lebih asyik lagi kalau ada peristiwa penting yang mengguncang jiwa  si tokoh dan menjadi titik balik si tokoh. Buat tokoh utama terguncang dan pikirannya benar-benar kacau bukan main sehingga terjadilah titik balik pemikiran tokoh utama tersebut.

6. Apa bentuk keberhasilan tokoh utama?


Bentuk keberhasilan tokoh utama yang akan kita tulis perlu direncanakan. Dan awas angan bikin keberhasilan yang terlalu lebay. Bikin yang sesuai dengan porsi cerita dan masih bisa dicerna dengan logika. Logika cerita di sini penting keberadaannya agar cerita yang kita tulis tidak ngawur.

7. Bagaimana ending dramatik novel?


Ending dramatik tidak melulu ending yang drama banget. Yang terpenting ending benar-benar jadi pamungkas cerita yang bikin hati pembaca lega atau benar-benar terpana bahkan terguncang. Endingnya pun jangan sampai lebay. Sekali lagi perhatikan logika cerita. Ending dramatik juga tidak melulu ending tokoh mati. Dan malah membuat ending tokoh mati sudah saatnya ditinggalkan deh. Itu sudah nggak jaman. Ending mati biasanya bikin pembaca kecewa. Apalagi kalau jalan menuju ending tersebut nggak singkron. Ending mati juga bisa diduga penulis yang kurang pandai membikin cerita dan mencari jalan pintas menuju ke ending. Nggak banget pokoknya.


Mungkin itu dulu tentang 7 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menulis novel. Nanti kalau ada materi lagi bakal dishare di sini. Kalau ada waktu datanglah kopdar dengan kofiku biar nambah teman, siapa tahu malah ketemu jodohnya.

No comments:

Kegiatan

[Kegiatan][bleft]

Karya Kami

[Karya Kami][bleft]

Galeri

[Galeri][twocolumns]