Materi

[Materi][twocolumns]

Puisi untuk Anak-anak

puisi untuk anak, komunitas fiksi kudus

Puisi untuk anak tentunya berbeda dengan puisi untuk orang dewasa. Puisi anak lebih sederhana dan muatannya sesuai dengan usianya. Sangat tidak mungkin dan tidak pantas jika anak-anak membaca puisi percintaan yang seharusnya untuk orang dewasa. Biasanya puisi anak mengambil tema tentang teman, orangtua, tumbuhan, alam, sekolah dan lain-lain. Jika bermuatan cinta pun adalah cinta kepada orangtua atau cinta kepada Tuhan.

Selain itu ciri yang terlihat dari puisi untuk anak-anak adalah gaya bahasa yang cenderung sederhana dan lugas dan makna yang mudah dimengerti sehingga dapat dengan mudah ditangkap oleh anak-anak. Sungguh ini berbeda dengan puisi untuk remaja dan orang dewasa yang terkadang bertabur diksi da simbol-simbol tertentu untuk  mengungkapkan perasaan. 

Bagaiamanapun kita harus pandai memilahkan puisi yang tepat untuk anak agar amanat yang terkandung dalam puisi tersebut tepat diterima anak-anak dan dapat bermanfaat nantinya.

Berikut adalah puisi untuk anak-anak yang kami pilihkan dari beberapa pengarang yang juga kami gunakan pada kegiatan kami yaitu Belajar Baca Puisi untuk Anak


Khayalanku

Karya : Syafi M


Aku ingin punya rumah yang bagus sekali
Agar tak diejek oleh teman-temanku

Aku ingin menjadi anak yang sangat pintar
Karena aku ingin meraih rangking satu

Aku ingin menjadi anak yang sholeh
Karena aku mau masuk surga

Aku ingin memiliki akhlak yang bagus
Supaya aku disayang Tuhan dan keluargaku

Aku ingin punya uang yang banyak sekali
Agar aku dapat membantu orang miskin

Ya Tuhanku
Kabulkanlah keinginanku
Amin



Manjaga Negara

Karya : Firza Rasyid


Satu... Dua... Tiga...
Derap langkahmu gagah perkasa
Menjaga negara agar sentosa
Terbebas dari angkara murka

Satu... Dua... Tiga...
Derap langkahmu gagah perkasa
Tiada boleh ada yang terluka
Kamu bela negara di mana-mana

Aku akan belajar bersungguh-sungguh
Aku ingin menjaga negara
Dengan menjadi tentara



Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Karya : Andreas M. Ginting


Guruku
Engkau pahlawan
Bagiku dan negeri ini
Indonesia tercinta

Tanpa lelah
Engkau mendidik kami
Sehingga kami bisa berbakti
Pada ibu pertiwi

Jasamu tak terhingga
Walau dibalas dengan emas permata
Tapi engkau hanya meminta
Agar kami terus berkarya tanpa henti

Guruku
Engkau adalah pahlawan
Yang membela negeri ini dengan ilmu
Yang akan selalu abadi




Bertanya

Karya : Ajeng


Kadang aku bertanya
Kenapa sekolah bayar mahal
Padahal Indonesia besar
Penuh kekayaan alam
Gemah ripah loh jinawi

Kadang aku bertanya
Untuk apa sekolah
Jika harus bayar mahal
Tabungkan saja uangnya
Untuk berjualan di pasar

Tapi diriku bertanya
Jika berani tak bersekolah
Otakku pasti payah
Tak punya ilmu dan teman
Tak punya pengalaman

Aku jadi berpikir sayang
Bukan sayang pada uang
Tapi tidak hanya berpikir uang
Bisa bisa membuatku jadi beruang




Pohon

Karya : Caiitly Amanda Kangsadjaa


Daunmu hijau seperti rumput
Batangmu cokelat seperti tanah
Kau beraroma natural
Di situ hewan tinggal

Pohon
Daunmu melaimbai-lambai ke arahku
Memintaku untuk datang mendekatimu
Seperti mengajakku bermain denganmu

Awas ada orang jahat
Mereka akan menebangmu
Tolong, jangan meninggalkanku
Kau penting di hidupku

No comments:

Kegiatan

[Kegiatan][bleft]

Karya Kami

[Karya Kami][bleft]

Galeri

[Galeri][twocolumns]